| sebuah blog sederhana |

.
)|( Dimana Inspirasi semua Bermula )|( Faidza Azzamta Fatawakkal Alallah )|( Al Wajaba Aktsaru Minal Auqaat )|( As Shabru Fii Awwali Shadam )|(

Total Pengunjung

11/29/2013

Jujur, aku bangga


Pagi hari di depan patung ganesha. Memasuki 11 besar fakultas kedokteran terbaik se-Indonesia. Kujejaki langkahku penuh paksa mendaki jalan. Agak rikuh sambil kusunggingkan senyum sewajarnya. Inilah kali pertama kumasuki fakultas paling elegan di Udayana. Bukan bermaksud takabbur-namun bila ini disebut takabbur atau sikap yang sombong, maka sombonglah padaku saudaraku, karna sombong kepada orang sombong itu adalah sedekah, aku ikhlas. Dengan passing grade: 41.33 dan akreditasi 'A', maka jadilah ia fakultas yang cukup diminati para lulusan SMA/lainnya, melihat pada seleksi PMDK tahun 2009 saja dari 1001 pelamar hanya 110 kuota bangku kursi yang terisi-sisanya harus menelan pahit kesuksesan yang tak tepat pada waktunya. 

Maka dari itu saudaraku. BANGGA-lah!!! menjadi mahasiswa kedokteran. Bangga dengan tiada menyiakan dan terus mengasah ilmu sebabNya. bismillah






selesai 21 Juli 2010, pukul 15.00 WITA

Unknown
11/20/2013

16 Agustus 2009

Pertama

Detak sang pengantar waktu melenggang begitu disiplin. Tiada keraguan sedikitpun meniti. Berputar. Bersamanya belaian angin sayup dihempas bayu. Iringi sepoi yang tawaf tegap memuji keagungan Sang penguasa waktu. Dunia ini serasa begitu patuh. Malam ini pun terasa larut. Bintang-bintang seakan malu mengumbar pesonanya. Dibawah sorot keniscayaan bulan. Tiada lekang tasbih ini sejukkan duniaku.

Dibawah temaram lampu. Anak adam ini tertunduk malu. Hatinya menanti. Meski geraknya tak lagi serasi dengan suara hati. Di bumi ini. Bumi yang menyimpan sejuta obsesi. Dimana semilir angin dan terbenamnya sang mentari menambah riuh duniawi. Yaa, tentu saja tak pernah sepi. Dan mengantar kemerdekaan sang pecinta larut dalam malam yang semakin menjadi. Meskipun jari-jari ini masih tertatih meredam letih. Kuukir kelak namaku disini. Di pulau ini. Membahana hingga takjubkan negeri. Takkan berhenti meski tlah lapuk usia ini tuk melangkah pasti. Dibumi seribu bidadari. Tanah yang dikenal karna dewa-dewi yang silih berganti. Di tanah bali aku kembali. Kembali melepas redam dan menyampaikan kebenaran tentang kehidupan yang kini kujalani.

Anak adam tlah kembali. Tlah hidup dari matinya yang lalu. Memulai hari. Pagi ini terasa lain seperti hari yang selalu ku lalui. Ada yang berbeda saat kukerutkan kening dan kupusatkan mataku pada jam mungil yang berdiri bakti diatas TV. Pukul 03.45 WITA. Kugenggam hape yang setia temani hariku. Hape pemberian akh syaiful yang iba karna awal semester III lalu hape ana hilang. Tentunya denyut dakwah harus berderu dan komunikasi mutlak perlu. Ana lihat ada 2 sms masuk. Yang 1 instruksi koordinasi panitia Student Day. Huff, untuk perayaan hari proklamasi memang tak mematikan kreasi BEM PM UNUD untuk mengobarkan semangat kemerdekaan. Yang 1 lagi sms yang agak mengecewakan. Dari seorang akhwat, minta maaf katanya karna tadi malam lupa menghubungi ana untuk meminjamkan laptop seperti yang dijanjikannya. Hape warna krem kesayangan pun tak henyak memekik telinga tanda panggilan masuk. Akh rizqa.
“Assalamu’alaikum akh, ada apa?”
“walaikumsalam, nanti kekosku jam setengah 5 akh, kita ngambil obat di gang VII”
“oh iya!”
“syukron akh”
Masih pukul 03.47. shubuh seingat ana pukul 05.11 WITA. Tepat pukul 04.30 ana bangun. Mandi. Segera minta izin ke bapak ibu untuk pergi menyiapkan Yankes di Ibnu Batutah. Sudah seminggu ini ana bersama kawan-kawan berjibaku menyiapkan yankes pertama kami. Dengan bismillah ana langkahkan kaki.
“le, makan dulu! Ini nasinya udah ibu matengin”
“gak usah bu, belum laper!”
“gimana to wong udah diangetin”
“yumm, dibungkus aja bue biar nanti nasinya tak makan dijalan”

Bismillahi tawakkaltu alallah.
Sesaat adzan shubuh bersahut-sahutan. Ana segera mencari tempat terdekat. Gang III musholla nurul huda. Rumah Allah yang menyimpan beribu kenangan manis bersama ikhwah-ikhwah FPMI denpasar. Selesai dzikir ana langsung kekos akh rizqa, gak enak kalau terlambat janji. Sesampainya disana akh rizqa sedang sholat. Selagi menunggu, menuntaskan tilawah sedikit. Lalu ana menghubungi ukh yuli.
“assalamu’alaikum, ana mau ngambil laptopnya sekarang ukh”
“walaikumsalam…. iiyyaaa”
“wui, masih tidur shubuh-shubuh!”
“udah tadi..”
“ya udah, jazakillah”
Setelah mengambil laptop, ana dan akh rizqa langsung menuju gang VII. Tempat yang selama ini menjadi Mabes IMA. Menyiapkan obat-obatan dan mengangkutnya ke kampus untuk dibawa ke masjid ibnu batutah.
“afwan akh ana gak ikut bus”
“koq gitu?”
“bingkisan buah untuk dokternya baru selesai jam 08.00, jadi ana nyusul aja”
“oh ya udah”

Waktu menunjukkan pukul 06.15. hape memekik kembali. Nomer tak dikenal.
“assalamu’alaikum”
“walaikumsalam, akh jam berapa berangkat busnya dari kampus?”
“jam 7an insya Allah, kita kumpul jam 06.30 berangkat jam 07.00”
“haah? Kalo gitu ana nyusul naik motor aja”
“hah? Afwan, ini siapa?”
“yuni”

Beberapa sudah berkumpul. Ukh liya, JP, novi. Rizqa sedang menjemput dr.I’i. walah lama banget busnya. Kelamaan nunggu ukh liya pergi duluan sekalian menjemput dr. Sandra. Pukul 07.15 alhamdulillah busnya datang.
“heri pergi dulu, daa-daa! Ati-ati panas lho naik motor”
“iya nov, hati-hati ya semua”

“woii, koq aku ditinggal!” teriak seseorang memanggil bus yang baru melenggang pergi.
selidikku kea rah suara dibelakang.
“ya Allah kak fit!”
“wuih kamu ini her, aku dilupain”
“hehe.. aduh gimana ni akh! Lupa”
“kalo gitu aku sama kamu berangkatnya, hehe”

Tak berapa lama rizqa menelpon dan bus diinstruksikan berhenti.
“akh! Kak fit mana? Busnya berhenti di parkiran ni, tak tunggu!”
“Alhamdulillah, syukron akh”

Lambaian tangan sekali lagi menghantar kepergian kawan-kawanku menuju tanah juang ibnu batutah. Menuju ladang amal lewat dakwah profesi, semangatlah dalam hatimu saudaraku, tak perlu orang lain tahu. Biar Allah mengagumimu.

Pukul 07.30. Ana buka bungkusan nasi dari rumah dan menunggu toko buah buka pukul 08.00. Agak terlambat toko buka jam 08.17.
“maaf mas nunggu lama tadi ya” sapa perempuan muda itu, kutaksir usianya sekitar 22 tahun
“ngga juga”
Setelah mengemas bingkisan itu ana langsung menuju masjid ibnu batutah. Jarak Denpasar-Nusa dua bukanlah jarak 1-2 kilo, tapi sekitar 50 kilo meter atau sekitar 30 menit perjalanan. Sesampai di lokasi ana langsung menyambut teman-teman yang sudah memulai yankes. Ana mengambil posisi awal di anamnesis pasien, dan registrasi pasien sampai akhir mencapai 145 orang. Yankes pun berakhir. Selesai pukul 12.30 usai ana sholat dhuhur. Dalam yankes kali ini kulihat ‘dia’ wajahnya teduh. Astaghfirullah!

Panitia masjid pun memberi snack dan nasi kotak. Cukup menjemukan memang. Tapi terbayar lunas sudah dengan senyum puas teman-teman yang lain. Setelah itu ana langsung menuju denpasar mendahului yang lain. Ada diklat ekstern TBM jam 15.00!
Sampai disana anggota-anggota ana sie kesehatan sudah sampai lebih dahulu. Diklat dimulai. Ya Allah pembicaranya akh asriadi. Hehe, murobbi disini.. kejutan..kejutan^^
Mengambil waktu sebentar ana mengajak akh asriadi sholat ashar. Sekarang pukul 17.45.
“iya akh ana juga belum sholat”
“ya udah ijin bentar”
‘sholatnya dilantai atas aja akh”
“(kuanggukkan kepala)”

Subhanallah ana mengimami diatas meja. Pengalaman sholat yang mengesankan dimana ana teringat kata-kata tausyiah akh rizqa menyitir sebuah hadits.
“sesungguhnya seluruh tempat itu adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi”

“akh nanti ana mau pindah, minta tolong bantu ana ya”
“oya. Nanti ana hubungi bapak”
Alhamdulillah bapak menyanggupi.
Diklat selesai pukul 18.00.
Ana segera menuju baitullah. Tepat adzan dan ana parkir sepeda motor di gang III. Musholla nurul huda. Selesai sholat sunnah. Ana berpapasan dengan pak rudy. Subhanallah, meski sudah menjadi kepala rumah tangga, tapi semangatnya memajukan dakwah di kalangan mahasiswa masih membara. Kami berdiskusi sebentar mengenai strategi dakwah wilayah denpasar. Pembicaraan yang indah, banyak nasehat dan semangat yang ana dapat.

Ana sampai dikos, istirahat sebentar. Ada sms. Dari ukh fat dan akh aydil fuldfk. Astaghfirullah. Ana mengambil nafas perlahan. Tak sepantasnya ana yang masih terbalut kefuturan dan ego ini menerima amanah yang dipercayakan. Intinya.
“assalamualaikum, gimana kabar antum?.........akh mungkin antum sudah dengar dari ukh fat………..meminta antum untuk menggantikan sementara memimpin humas FULDFK utk waktu yg tidak dapat ditentukan, gimana akh”
Ana deras beristighfar dalam hati. Ana pernah mengatakan pada diri ana. Bahwa malu seorang aktifis dakwah yang masih hijau dunia tarbiyah ini menolak sebuah amanah, meski ana rasa terlalu besar kepercayaan yang mereka berdua berikan pada ana.
“ww. Ana istikharah ya akh, 2 hari lagi ana beri jawaban” jawab ana kala itu.

Sudah jam 19.00. Ana kekos akh adi buat bantu pindahannya beliau. Begitu bapak datang kita berangkat ke gang II. Saat itu pukul 19.17. Mungkin tiada cerita lagi di mabes ikhwan FPMI ini bila satu-satunya ikhwah seperti akh asriadi pindah. Dengan ikhlas dan perasaan penuh keharuan ana beranjak mengambil apa saja yang bisa diangkut keatas mobil pick up bapak. Huff, akhirnya acara boyongan ini selesai. Selamat merasakan suasana baru akh. Ana doakan yang terbaik, semoga antum betah dikosan yang baru.. ^^

Pulang kekos ana mengerjakan tugas kembali.
“Akhi sudahkah hari ini ant tilawah ?
Sudhkah hr ini ant b’istighfar dan bertaubat ?
Sdhkah hr ini antm dzikir ma’tsurot ?
Apkh ant hr ini sholat b’jamaah?
Apkh ant sdh belajar?
Ya. Akhi jika msh ad yg blm t’tunaikan segera ya mumpung masih ad waktu…

Sender: akh puguh


Unknown
11/14/2013

Udayana Kemarin, Hari Ini, dan Tantangan Kedepan

Sampai Dimana Langkah Kita?
“Sebuah harapan yang tak pernah luntur”

Heri Wahyudi
Fakultas Kedokteran Umum Universitas Udayana


Empat puluh tujuh tahun yang lalu, ketika sekelompok orang beridealisme tinggi bersepakat mendirikan Universitas Udayana, founding father yang tidak satupun pernah membayangkan seperti apa wajah lembaga ini kemudian. Hanya idealisme dan semangat tinggi yang ada, untuk berbuat sesuatu bagi kemajuan bangsa dan Negara melalui pendidikan tinggi, khususnya di Bali. Dari ranah lokal menuju kancah global.

Seperti dimaklumi, Unud pada waktu berdirinya tahun 1962 hanya memiliki tiga fakultas yaitu Fakultas Sastra (FS), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). Fasilitas pendidikan dan staf pengajar masih sangat terbatas. Seperti misalnya FK, untuk proses belajar mengajar meminjam ruangan aula milik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Berkat kerja keras para pemimpin dan seluruh staf yang terkait, Unud dapat terus berkembang meningkatkan jumlah fakultas maupun program studi, sarana dan prasarana pendidikan, staf dosen dan administrasi, dan mahasiswa sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat sehingga Unud dikenal keberadaannya khususnya di kalangan perguruan tinggi di Indonesia.

Kini empat puluh tujuh tahun telah berlalu sejak Universitas Udayana menunjukkan perannya. Kini tampaknya kita merasa perlu bertanya dan merenung, apa yang telah dilakukan Universitas Udayana selama ini? Sampai dimana langkah kita selama ini ikut membangun bangsa?

Selama empat puluh tujuh tahun eksis, Universitas Udayana telah dikenal cukup luas, tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga di beberapa Negara, khususnya dimana beberapa staf pernah belajar atau melakukan penelitian bersama. Banyak lulusan telah dihasilkan, mulai jenjang D4 sampai Doktor. Ini menunjukkan dari sudut pendidikan Universitas Udayana telah menjalankan perannya dengan baik.
Secara garis besar untuk mengetahui kondisi atau posisi tawar fakultas atau program studi saat ini, salah satu tolok ukur yang bias dipakai adalah hasil akreditasi BAN PT yang merupakan penilaian eksternal, yang meliputi penilaian terhadap pelaksanaan tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi dan sarana serta prasarana penunjang pendidikan yang dimiliki fakultas atau program studi. Hasil akreditasi BAN PT menunjukkan bahwa hanya beberapa program studi di lingkungan Unud yang telah mendapat nilai A. Malahan ada beberapa program studi yang mendapat nilai C. Hal ini perlu mendapat perhatian karena kondisi ini akan berdampak terhadap kesempatan mengikuti kompetisi dalam mendapatkan hibah atau bantuan yang disalurkan lewat pemerintah, yang selalu mencantumkan akreditasi minimal dari fakultas atau program studi sebagai syarat untuk dapat ikut dalam kompetisi.

Terlepas dari beberapa kekurangan yang dimiliki ada satu hal yang cukup membanggakan adalah posisi Unud di mata dunia menempati 50 besar Perguruan Tinggi dengan kategori baik. Kondisi ini perlu dipertahankan atau kalau mungkin ditingkatkan, tentunya dengan kerja keras seluruh civitas akademika Unud. Tak terlepas pula lewat pencitraan Unud yang baik di mata dunia pendidikan pastinya akan memberikan umpan positif demi memotivasi peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan tinggi di Unud. Yang kesemua cita ini akan tercapai dengan sinergisitas antar segenap civitas akademika dan fasilitas serta sistem yang berkesinambungan pada fakultas atau program studi.

TANTANGAN KEDEPAN
Menyadari akan kelemahan dan kekurangan yang masih ada, mau tidak mau Unud harus bekerja keras untuk mengatasi segala kekurangan dengan melibatkan semua komponen yang ada di lingkungan Unud. Kemajuan universitas lebih banyak bersifat koordinatif dan mencari terobosan baru terutama dalam membuka peluang bagi pengembangan fakultas dan program studi.
A. Bidang pendidikan
Dalam bidang pendidikan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian seperti berikut ini.
1. Perpustakaan
Perpustakaan yang lengkap dan canggih merupakan sarana penunjang pendidikan yang sangat esensial yang wajib dimiliki oleh Unud. Menurut hemat kami, hal ini perlu mendapat prioritas utama. Beberapa upaya yang dapat ditempuh, seperti (a) Mengembangkan perpustakaan elektronik (electronic library) sehingga tidak banyak memerlukan copy textbook. (b) Menata kembali perpustakaan yang sudah ada baik di kampus Bukit maupun Denpasar. (c) Mengalokasikan dana secara bertahap dari pos anggaran yang tersedia (namun tetap merupakan skala prioritas). (d) Mengupayakan dana dari para donator.
Perpustakaan di masing-masing fakultas tetap untuk dikembangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing dalam upaya meningkatkan suasana atmosfer akademik.
2. Kurikulum
Unud hendaknya lebih memperhatikan fakultas dan program studi yang belum melaksanakan KBK serta proses pembelajaran yang berorientasi ke mahasiswa (student oriented) dan belajar mandiri (independent learning) dengan mengintensifkan bimbingan secara sinambung agar mereka termotivasi secara internal untuk mulai merancang perubahan kurikulum kearah ini. Tentunya dilakukan secara bertahap dimulai dari fakultas yang memiliki SDM serta sarana dan prasarana pendidikan yang memadai untuk pelaksanaan kurikulum ini.
3. Akreditasi
Program studi dengan akreditasi C perlu mendapat perhatian khusus. Tidak tertutup kemungkinan rendahnya nilai akreditasi disebabkan oleh kurang lengkapnya laporan yang meliputi follow up dan evaluasi diri. Beberapa hal yang mungkin dapat dilaksanakan adalah mewajibkan semua fakultas atau program studi untuk membuat laporan evaluasi diri setiap tahun yang sangat diperlukan dalam menyusun program kerja dan proposal untuk kompetisi hibah penelitian.

B. Bidang penelitian
Kita juga telah mencatat banyak hasil penelitian dan paten. Beberapa penelitian bahkan berskala internasional. Kita tlah memiliki sejumlah doktor dan profesor, gelar dan jabatan akademik yang kerap dijadikan acuan banyak pihak untk menilai kualitas sebuah perguruan tinggi. Demikian juga dalam bidang pengabdian masyarakat, banyak yang telah kita lakukan bagi masyarakat. Beberapa alumni Universitas Udayana telah menunjukkan prestasinya di tingkat nasional, bahkan internasional. Berbagai langkah telah dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu dan jumlah proposal penelitian, seperti pelatihan dan lokakarya penulisan dan pembuatan proposal. Yang perlu dipikirkan ke depan adalah (a) Menumbuhkan motivasi civitas akademika agar bergairah untuk meneliti. Mungkin salah satu hal yang dapat dilakukan adalah pemberian penghargaan, baik dalam bentuk perhatian atau financial, yang selama ini telah dilaksanakan perlu ditingkatkan khususnya kepada mereka yang berhasil mendapat hibah penelitian dan hak paten. (b) Semua staf dosen didorong untuk mengikuti pendidikan S2/S3 dan hasil penelitiannya diwajibkanuntuk dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Bagi fakultas yang telah mapan disarankan untuk menyiapkan dana untuk mensubsidi mereka yang mau mengikuti pendidikan S2/S3. (c) Diupayakan agar semua majalah ilmiah yang ada dapat terakreditasi dan statusnya ditingkatkan.

C. Bidang pengabdian masyarakat
Beberapa hal yang masih perlu dilakukan, diantaranya (a) Koordinasi antara fakultas dan program studi perlu ditingkatkan. Sebaiknya LPM secara rutin turun langsung ke fakultas aau program studi (tidak hanya dalam bentuk himbauan lewat surat) untuk mendata kegiatan pengabdian sehingga semua kegiatan terdaftar di LPM. (b) Meningkatkan bimbingan dalam penyusunan proposal terutama dalam upaya meningkatkan dana penelitian yang lebih besar.

D. Bidang kerjasama
Perlu dioptimalkan kerjasama yang telah ada bila mungkin terus diperluas dengan institusi atau instansi terkait di dalam maupun luar negeri.

E. Bidang informasi dan teknologi
Sarana IT yang telah ada perlu terus dikembangkan. Website Unud sebagai sarana publikasi Unud perlu disempurnakan. Dalam hal ini, mungkin semua fakultas diwajibkan untuk melaporkan semua kegiatannya untuk dapat diinformasikan lewat Unud. Ke depan, komunikasi antara kampus Denpasar dan Bukit dapat dilakukan melalui jaringan ini.

F. Bidang monitoring dan evaluasi
Tanpa monitoring dan evaluasi yang baik kita tidak akan mendapat gambaran yang jelas mengenai keberhasilan atau kegagalan dari program kerja yang telah dilaksanakan. Dengan demikian tim monev, baik di tingkat universitas maupun fakultas, perlu dioptimalkan fungsinya. Pimpinan wajib mendapat laporan secara rutin mengenai kemajuan maupun kekurangan yang berkaitan dengan pelaksanaan program.

Tentunya dalam menyusun suatu rencana strategi kedepan dan melakukan kontemplasi seperti itu, kita tidak hanya terpaku pada angka di atas kertas, yang bercerita tentang seberapa banyak kita telah punya atau hasilkan. Kita pun diajarkan tentang idealisme dalam teori antikemapanan, meski tentu saja mengetahui capaian dalam angka bukan tidak penting, bahkan mutlak harus. Tetapi kalau kita hanya terpaku pada sekedar angka untuk mengukur keberhasilan, tampaknya terlalu dangkal dan acapkali membuat kita merasa sudah berhasil. Bentuk kepuasan yang rendah dan enggan melakukan komparasi mengikuti perkembangan malah akan meruntuhkan kemajuan yang sudah ada dan mengkhianati semangat founding fathers yang dulu mendirikan Unud ini.

Tetapi sekali saja apakah Universitas Udayana boleh berpuas diri dan merasa telah berprestasi tinggi dalam ranah perguruan tinggi di dalam dan luar negeri? Saya kira kita akan sepakat menjawab “belum, dan masih jauh”.



Selesai hari selasa, 18 November 2009
pukul 02.39 WITA di kost penuh kenangan
ikhwanJAYUS
Unknown
10/25/2013

Hanya Ingin Menulis

Si pemalas, yg sekali lagi berpikir keras tentang hari ini. Yaa, tepatnya hari itu, kan teringat slalu. Dalam setiap kurasakan ada berat dan henti langkahku menapak jauh. Saat hanya ada aku dan Rabbku yg terkasih tiada tempat menabur cinta selain daripadaNya. Kulewati jalanan sepi tak berpenghuni, hanya ada ilalang yg bernafas lembut dan capung yg terbang tanda terbitnya naluri menyelamatkan diri. Kumasuki tempat yg temaniku 2 tahun ini. Dibalik pintu kayu berwarna biru. Inginku mengaku rindu padaNya. Kuhempaskan tas cangklongku - kawan yg temani langkah-langkah kecil ini. Penantianku dalam malam-malam merengkuh nikmatNya dalam kosan. Bersama Kekasihku.

Mulai kubuka lembaran baru yg sesungguhnya ingin sekali mengusang tanda tiada pernah ingin dibuka kembali. Kala kisah sang penggerutu sejati terpikir dalam benak yg berbeda. Hatiku menepi sejenak. Seakan tak mau mengingat lagi hal ihwal beban masalahku tadi. Langkah berderap, agak gontai namun mulai merangkak pasti dan pergi menuju oase yg tak pernah kering. Kucurahkan cinta menyejukkan telinga. mengaliri sudut-sudut kejenuhan ini. Subhanallah. Maha suci Allah. ingin mengasma yg Maha Suci sejenak. Serasa terlupa sudah segala kesah. Enggan menguntai cerita lama. Enggan kuingat. Apa sebabnya kepasrahanku hari ini. Saat-saat ramainya aktifitas. Terpikir dalam hati terdalam. Apa yg kucari sebenarnya dalam hidup ini? Menjadi seorang da'i yg biasa? Menjadi dokter yg biasa? ataukah menjadi pengusaha yg biasa? Ternyata memang, tak ada yg sempurna dan pasti selain Allah itu sendiri. Usai bersuci dan tak ingin rugi dengan menghapus air yg mengalir di muka. Karna inilah tanda masih didoakannya padaku nikmat syukur oleh malaikat kepadaNya. Kubuka lembaran-lembaran buku disudut meja. Kubaca perlahan. Kuliah semakin memadat saja isinya, tak jarang bolak-balik ngeprint. Membaca jurnal, jurnal, dan jurnal yg gak ada translate-annya. Syuro' lagi. Arrgghh! Mengajar sampai larut malam. huff, "ami, ami, ngajinya nanti aja, kita main tebak-tebakan dulu."

Sadar.
Inilah saat-saat genting kefuturan melanda.
Dan tiada tempat mengeluh kesah.

Bismillah.
Inginku tenang. Al-Fatihah pertama yg berbisik lembut menyejukkan telinga. Dalam penghambaan yg penuh. Harapku tegak berdiri dan tak goyah di sepertiga malam terakhir. Allaahu akbar. Ikrar tak berbanding yg kuatkan qulb dan ruhiyahku. Takbir dalam alunan nasyid shoutul haq, Ibu.

Bila kuingat masa kecilku
Ku slalu meyusahkanmu
Bila kuingat masa kanakku
Kuslalu mengecewakanmu

Banyak sekali pengorbananmu
Yang kau berikan padaku
Tanpa letih dan tanpa pamrih
Kau berikan semua itu

Engkaulah yg kukasihi
Engkaulah yang kurindu
Kuharap slalu doamu
Dari dirimu ya ibu

Tanpa doamu takkan kuraih
Tanpa doamu takkan kucapai
Segala cita yang kuinginkan dari diriku ya ibu*)

Saat-saat sunyi. Pedih mengenangnya. Adakah cintanya tak pernah tulus untukku Yaa Allah? Kutitikkan air mata,.... tak perlu jawab siapapun. hati ini menangis dalam penantian yg tak pernah usai. Ibu.

Kutangkubkan kedua tanganku rapat dan tanpa beban kuteteskan air mata. Menitik diatas sajadah yg dibelikan bunda untukku. Biarlah sudah memang begitu adanya. Saat hati meredam letih dan tak tahu harus berbuat apa, maka matapun seakan berkata "aku tahu wahai hati, engkau sedang bersedih, cukuplah diriku yg deras menitikkan cinta ini untukmu. Kutahu hanya kepadaNyalah kusuratkan pertanda tangis ini". Mulut ini berdesir memanggil lembut yg Maha Arif, "... Allah,.. Allah,.. Belum pntaas yaa Allah hambaMu mengeluh padaMu karna masalah sekecil ini,.. Hatiku hanya bisa diam, tertunduk, temani air mata yg menetes sudah.

Apa yg hambamu dapat hari ini? Tak jauh dari semua kerugian yg melupakan curahan nikmatMu. Tak jauh dari semakin mendekatkan diri dari api nerakaMu, Astaghfirullah! Biarlah Yaa Allah! Biarkan malam ini kuingat. Sebagai awal janji setiaku tuk terus berjuang djalanMu.."

"Bahkan dunia ini, tak sebanding bila harus kutukar dengan melewatkan cinta bersamaMu"




Selesai pukul 19.11 WITA, 24 November 2009 sedang santai menunggu waktu isya'
ditemani suara lalu-lalang kota denpasar diwarnet penuh kenangan.
ikhwanJAYUS
Unknown
10/17/2013

Surat Untuk Dinda

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Untukmu,..
wahai khadijah dihatiku

Dinda,
Gimana kabar adinda tercinta disana?
Hal antum bil khair?

Dinda, sepenuh hati ana harap tiada beban yang menyusahkan antum kini. Harapku tiada masalah berarti yang mampu mengendurkan semangatmu. Terjal jalani cinta kita karna Allah. Yaa, hanya karenaNya.

Dinda, ana harap tiada niat ini kita jalani sendiri-sendiri. Meski kita terpisah jauh, tapi dipertemukanNya selalu dalam rindu. Maafkan ana. Maafkan ana yang tidak pernah sms antum, mungkin ana jarang menanyakan kabar antum atau bahkan tidak bisa membantu menyelesaikan beban amanah antum sekarang ini. Tapi tak henti dalam tahajud malam-malam itu, ana selalu memohon yang terbaik. Kala tiba waktunya satu-persatu hikmah kan menjawab doa-doa ana. Amiin dinda yaa...

Dinda,
Kini ana semakin giat bekerja. Tak tahu mengapa? Mungkin semangat berlebih yang Allah karuniakan ini atau karna semakin menjadi saja amanah yang ana terima. Tahukah dinda? Ana kini menjadi pembimbing anak-anak dosen dalam menghadapi ujian, Alhamdulillah cukup untuk membantu menabung. Lain cerita, ana mendapat nikmat silaturahim, subhanallah! Kala kawan lama ana menawarkan beternak kelinci, lumayan membangun mimpi kita nanti, kalau saja bisa antum lihat kelinci-kelinci yang manis itu. Bahkan ada ikhwah kita yang tertarik dan berniat memodali, Alhamdulillah.

Tapi, ana ingin mengungkapkan sesuatu. Semoga antum bisa mengambil hikmahnya. Sejak
beberapa semester ini nilai ana merosot. Tak seperti dulu. Bukan halangan dakwah, bukan pula alasan pekerjaan atau mengurus wajihah yang selalu ramai syuro’. Mungkin kefuturan yang ana rasa, bila ada cuti. Ingin cuti sebentar dari rutinitas ini. Beberapa hari saja. Mentadabburi dunia ini bersama-sama. Menikmati sejenak saja shubuh ini dalam jamaah yang sakinah. Tapi urung dinda, bila memikirkan kelanjutan dakwah ini masih segini-segini saja. Astaghfirullah! Tapi Alhamdulillah ana rasa, nikmat Allah tiada disangka dinda. Meski merosot, tapi Allah meluluskan si Pemalas ini juga pada akhirnya.

Dinda, bagaimana kabar tilawah antum?
Masih 1 juz sehari kan yaa?

Tiada hari yang ana banggakan selain mendengar antum masih aktif menjaga hafalan. Dan terlebih, selalu bersemangat saja membimbing adik-adik kelas kita dalam mentoring. Ana harap dinda menceritakannya sekali waktu.

Dinda ana ingin bertanya,
Kenapa ya, sekarang teman kita banyak yang membuka mahkota kemuslimahannya
Busana yang dipenuhkan nikmatnya oleh Allah
Dan lebih bangga wara-wiri gak pake jilbab?
Disini terkadang ana sedih memikirkannya. Yang lain pun tak jauh beda. Lebih suka mengakhirkan shalat fardhunya bila diajak berjama’ah, katanya dunia! meski beberapa ikhwah kita masih ada yang istiqamah.

Ana kadang masih sempat ikutan aksi. Tapi dinda bisa lihat sendiri kan? Dikiiit banget yang ikutan. Dan yang terakhir itu aksi gempa padang. Yang ikut malah gak mau mengatasnamakan lembaga dakwah. Terpaksa ana putar otak dan mencari celah kesamaan pandangan dengan fikrah ‘bani’ mereka. Mmmmm, penuh liku padahal untuk menolong saudara kita juga.

Dinda ana mau cerita. Baca pelan-pelan yaa…. Mungkin sedikit bisa mengobati rasa rindu...

Waktu rapat evaluasi rohis fakultas kedokteran. Banyak sekali hujatan dan lempar emosi sana-sini karena amanah kerja yang lalai dilaksanakan. Semua dalam keadaan hati meninggi, dan tak satupun mengalah dari pihak pengurus maupun kakak kelas yang merasa haknya dilalaikan. Bahkan tinggal tunggu waktu saja, ana tak mau lebih jauh membayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Tapi ikhwah kita dari pengurus mengalah, ceritanya tak mungkin baik bila masih meredam ego dan tak mau kalah. “masih ada jalan akh, ana gak ingin tersinggung hanya karna hinaan, ana gak apa-apa biar dicemooh dan tidak mendapat kepercayaan dari rekan pengurus saat itu juga. Dihina itu biasa akh bagi ana, difitnah itu pun bukan barang baru lagi, dijatuhkan pun sangat biasa. Tapi ana tidak ingin jatuh oleh alasan yang dapat menjatuhkan pejuang biasa. Ana pejuang dakwah akh!”

Ada lagi cerita ikhwah kita yang luar biasa di FPMI,

Waktu itu BSI 2008 dan beliau memegang posisi yang serba tak mendukung. Dikala dana kurang, padahal seminggu lagi harus tercukupi 2 juta. “Gimana ini akh, dari kita sudah mengupayakan semua yang ada, kita sudah buat bazzar. Segala hal yang mungkin sudah dikerjakan dan buntu. Tapi, sampai sekarang belum tercukupi. Dapat uang darimana akh, apapun yang halal asal adik-adik angkatan kita bisa ikut?” yaa Allah, sampai segitunya memikirkan yang lain, padahal diri sendiri saja masih repot dengan biaya kost dan kuliah. subhanallah banget yaa dinda?

Setelah itu cerita ikhwah kita di FSLDK,

Waktu itu kita berangkat bertujuh ke tanah pasundan bandung, 4 ikhwan 3 akhwat. Semua persiapan kita itu diurus oleh al akh ini. Kalau ana taksir perjalanan pulang-pergi, kontribusi, dan lain-lain lebih dari 3 juta. Dalam kondisi tanpa sokongan dana begini, dapat dana darimana? Tahu dinda sepulang dari sana? Al akh kita ini terlihat murung dan tidak mau makan. Ana tanya dan coba telusuri. Ternyata, beliau tidak punya uang lagi untuk membeli makan. Bahkan sisa-sisa uang terakhirnya dipakai untuk membeli pecel sebungkus yang kita makan berdua. Astaghfirullah!

Belum lagi cerita ikhwah kita di FULDFK

Begitu banyak rutinitas syuro’ yang musti dilaksanakan. Padahal disela-sela coass yang serba tak pasti. Serta menuntut kesabaran tingkat tinggi untuk menghadapinya. Ada cerita akhwat kita yang harus menghadapi ujian penting esok harinya, tapi malam nanti secara darurat harus memimpin syuro’ humas, padahal belum tentu beliau sempat mempersiapkan ujian esok harinya. “Akh tolong datang pas syuro’, ana sudah sms ikhwah yang lain, tapi itupun sedikit yang konfirmasi ana bingung besok mau ujian, maunya lusa tapi akan lebih banyak yang absen.” Yaa Allah, padahal dinda tahu kan gimana sibuknya coass, belum lagi harus rutin dimarahi dan belum cukup semangat dibagi untuk memikirkan yang lain.

Yang tak pernah luntur semangatnya adalah ikhwah kita di KAMMI

Dinda tahu siapa ikhwah kita ini? Yaa Allah, memikirkannya membuat ana terharu. Beliau sudah berkeluarga dan tidak melanjutkan kuliah karena sebuah alasan. Bahkan masih harus tertatih untuk bekerja serabutan menghidupi keluarga. Beliau bisa dikatakan sesepuh, tapi tak pernah malu turun kebawah. Namun dalam kondisi yang seperti itu semangat beliau tak pernah kendur. Ada harapan dalam setiap ceritanya. Bahkan mengkonsep sendirian pada saat yang lain hilang entah kemana. “antum jangan tanya kenapa kita sendirian akh. Antum juga jangan tanya kemana yang lain. Yang antum harus pegang adalah gimana caranya agar dakwah ini HARUS terus berjalan” subhanallah!

Emmm,..
Dinda, kayaknya cerita diatas kebanyakan yaa…
‘afwan kalo justru membuat antum semakin pusing atau malah kecil hati. Tapi karena hanya cerita-cerita perjuangan yang bisa ana berikan ke Dinda, dengan harapan semoga Dinda lebih tegar melangkah, memicu semangat, dan membuat dobrakan-dobrakan dakwah.

Dinda…

Tetap tegar melangkah yaa…??
Jangan mundur jangan kendur, jangan futur, tetap bersemangat!! Dan ingat-ingatlah kata-kata ini dinda!
Seperti yang diucapkan ikhwah kita....

Jika ada 1000 orang yang berjihad di jalan Allah, maka satu diantaranya adalah diriku.
Jika ada 100 orang yang berjihad di jalan Allah, maka satu diantaranya adalah diriku.
Jika ada 10 orang yang berjihad di jalan Allah, maka satu diantaranya adalah diriku.
Jika hanya ada satu orang yang berjihad di jalan Allah, maka itulah aku.
Dan jika tidak ada lagi yang berjihad di jalan Allah, maka aku telah syahid…(anonim)

Kalau cobaan banyak menguji dinda sekarang, yakinlah bahwa Allah tidak akan membebani diluar batas kemampuan kita dan dengan bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan keluar yang tidak disangka-sangka atas segala masalah yang kita hadapi. Kita tidak sendiri.

”Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran,ubahlah dengan tanganmu; jika tidak mampu, ubahlah dengan lisanmu; dan jika tidak mampu, ubahlah dengan hatimu; yang sedemikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”(HR. Muslim)

Bersabarlah dinda. Jalan dakwah ini takkan pernah sepi. Jalan dakwah ini harus dilalui. Dan hanya orang-orang pilihan saja yang mampu menjalani. Amiin...

Dinda,
Sebenarnya, ana juga ingin berbagi cerita pengalaman dan nikmat Allah yang ana rasakan dalam perjalanan dakwah di kampus ini. Namun apalah arti cerita ana dibanding cerita luar biasa yang dinda sudah baca barusan. Mungkin lain kali, jika dinda berkehendak membalas surat ini.

Udah dulu yaa… Teriring doa menghiasi perjalanan jauh dinda,


Dari ikhwan ceroboh yg berpisah denganmu karnaNya,..

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Diadaptasi dari cerita seorang ikhwan kepada istri tercinta
Selesai pukul 03.30 WITA 20 November 2009
kado semangat utk zafran-saphire-afwan ana tidak bisa datang,..
di kost penuh kenangan, saat yang lain terlelap dalam buaian.
Unknown

Entri Populer

Komentar Kita